Pendahuluan
Banyak dari kita para usahawan khususnya kecil dan menengah yang belum mengetahui cara memasarkan produknya melalui Pasar Modern/Supermarket. Bahkan kita sering beranggapan pasti sulit untuk dapat memasarkan hasil produk kita (misal: kain batik, emping, keripik ketela, dsb) melalui Supermarket yang saat ini banyak ditemui dilingkungan kota kita atau sekitarnya. Sebetulnya tidaklah sulit kalau kita mengetahui.
Banyak dari kita para usahawan khususnya kecil dan menengah yang belum mengetahui cara memasarkan produknya melalui Pasar Modern/Supermarket. Bahkan kita sering beranggapan pasti sulit untuk dapat memasarkan hasil produk kita (misal: kain batik, emping, keripik ketela, dsb) melalui Supermarket yang saat ini banyak ditemui dilingkungan kota kita atau sekitarnya. Sebetulnya tidaklah sulit kalau kita mengetahui.
Memasarkan Produk via Pasar Modern/Supermarket
Banyak kelebihan yang dapat kita
dapatkan memasarkan produk melalui pasar modern, antara lain:
1.
Mendapatkan konsumen baru
2.
Salah satu cara untuk memperluas
pasar
3.
Kita lebih ringan kerjanya dibandingkan
harus memasarkan lewat dor to dor, salling, dsb
Namun untuk dapat memasukkan produk
kita ke Supermarket tentunya ada beberapa persyaratan/ tips yang dapat kita
jalankan sehingga kita bisa ikut meramaikan pemasaran via supermarket. Adapun
beberpa tips yang dapat kami informasikan adalah sebagai berikut:
Mengemas produk dengan kuat
Mengemas produk dengan kuat
Mengingat pasar modern/supermarket
biasanya dikunjungi oleh konsumen begitu banyak maka kita harus mengemas produk
dengan kuat/tidak mudah sobek/kusam karena dipegang/dilihat oleh banyak
orang/konsumen,sehingga produk tidak mudah rusak. Biasanya agar tidak mudah
rusak menggunakan kemasan/bungkus Plastik yang tebal, atau dilapisi dengan
bungkus dos karton.
Mencantumkan
kode produksi,tgl pemakaian,komposisi isi, volume
Setiap
Supermarket pasti tidak akan mau menerima barang yang tidak dilengkapi dengan
kode produksi ,tanggal pemakaian, komposisi isi dan volume, karena jika menjual
barang tanpa keterangan seperti tersebut diatas akan beresiko melanggar
Undang-undang Perlindungan Konsumen
Mempunyai
spesifikasi produk
Jika
produk kita berbeda dengan lainnya atau spesifik, tentunya akan mudah diingat
oleh konsumen. Disini sebagai pelaku usaha kita diharuskan untuk kreatif agar
dapat bersaing dengan produk lain yang sudah ada. Kecualai dari segi ekonomi
jika kita mempunyai cirikhas sendiri akan mudah diingat, dalam pasar modern
biasanya untuk produk yang sama/ sudah ada terjual di supermarket tersebut,
maka produk yang belakangan masuk biasanya akan ditolak. Untuk itu agar produk
yang kita tawarkan dapat diterima di supermarket maka kita harus bedak dengan
produk yang sudah ada. Contoh yang paling simple biasanya kita membedakan rasa
atau bentuknya dari yang sudah ada, misal memasukkan ceriping ketela biasanya
yang ada dengan rasa gurih, maka kita bisa memberikan rasa lainnya seperti rasa
daging panggang dsb.
Mampu
mengirim produk secara kontinue
Supermarket
akan melihat kemampuan suplier(istilah lain dari pemasok barang) dapat kontinue
untuk mengirim barang atau tidak. Karena mereka tidak akan mau kehilangan
konsumennya gara-gara barang yang dijual habis ditengah jalan.
Menemui
orang yang tepat
Kebanyakan
orang tidak tahu harus bertemu dengan siapa untuk memasok barang ke supermarket
, hal inilah yang menyebabkan banyak orang berpendapat sulit memasukkan barang
ke supermarket. Disinilah kuncinya agar kita bisa diterima harus menemui orang
yang tepat yaitu Bagian Pembelian Supermarket. Bagian Pembelian ini mempunyai
nama yang berbeda untuk perusahaan yang berlainan. Nama lain bagian pembelian
yaitu ada yang menyebut Bagian Merchandising atau Buyer.
Demikian
tulisan ini kami buat, semoga dapat memberikan tambahan informasi bagi yang
membutuhkan.
Salam
sukses,
Edi
Juliono - http://edi49.blogspot.com/












0 komentar:
Posting Komentar