Jumat, 18 Mei 2012

CARA MENGURUS IJIN PIRT & SERTIFIKAT HALAL

Jika usaha rumahan yang Anda jual banyak peminatnya, tahapan berikut yang perlu Anda lakukan adalah mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan & minuman rumahan yang Anda jual memenuhi standar keamanan makanan. Karena usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan PIRT (Pangan Industri RumahTangga) ke departemen kesehatan di masing masing wilayah (kabupaten atau propinsi).


Perlu diketahui untuk melakukan pendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan untuk makanan kecil, Anda bisa langsung datang ke Dinas Kesehatan dengan membawa persyaratan seperti :

1.              Fotokopi KTP
2.              Pas foto 3x4 sebanyak  2 lembar 
3.              Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat
4.         Surat keterangan Puskesmas atau Dokter 
5.         Denah lokasi dan denah bangunan
Selanjutnya, Anda akan diminta mengisi formulir pendaftaran dan pihak DinKes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi tempat pembuatan makanan kecil yangdidaftarkan. Setelah survei dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar maka suratPIRT akan dikeluarkan dalam waktu dua minggu. Selain itu akan diberikan penyuluhankepada pengusaha, bagaimana cara pengawetan makanan dan cara penulisan nomor registrasi serta informasi yang lainnya.

Untuk penyuluhan biasanya dilakukan secara kolektif, apabila peserta terkumpul 20 orang,Anda akan diberikan bekal ilmu dan penyuluhan yang lengkap cara produksi makanan yang aman dan benar. Termasuk di dalamnya pemakaian bahan pengawet, sanitasi dan bahan tambahan dalam produk makanan olahan.Pihak DinKes akan mengeluarkan 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT.

Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, Anda bisa datang langsung keKantor MUI di kota Anda. Dengan menyiapkan pengajuan dengan syarat sebagai berikut:
1.             Fotokopi KTP
2.              Pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar 
3.         Fotokopi izin usaha
Persyaratan tersebut tidak mengikat, apabila salah satu persyaratan tidak bisa dipenuhitidak menjadi masalah. Di LP POM MUI nantinya Anda tinggal mengisi formulir yangtelah disediakan. 

Isinya mengenai bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan usahamakanan rumahan Anda.Setelah persyaratan dan pengajuan tidak ada masalah, MUI di kota Anda akan menugaskan tim auditor untuk mengecek ke lapangan. Apabila tim auditor tidak menemui masalah dilapangan, kemudian auditor membuat rekomendasi untuk komisi Fatwa. Komisi Fatwa yang akan mengesahkan sertifikat halal Anda.

Sertifikat halal tersebut bisa langsung diberikan sekitar dua minggu. Namun, jika terdapathambatan, maka harus diperbaiki terlebih dulu. Untuk pengurusan nomor registrasi DinKes, Anda bisa langsung datang ke kantor DinKes.Keuntungan dengan ijin PIRT dan sertifikat halal MUI adalah bahwa usaha rumahan Anda lebih aman dikonsumsi. Cantumkan nomor PIRT dan logo halal Anda dalam kemasan.Sekarang Anda siap untuk bekerjasama dengan banyak orang untuk memasarkan produk rumahan Anda.

continue reading

Tips Cara Memasukkan Produk di Pasar Modern


Pendahuluan

Banyak dari kita para usahawan khususnya kecil dan menengah yang belum mengetahui cara memasarkan produknya melalui Pasar Modern/Supermarket. Bahkan kita sering beranggapan pasti sulit untuk dapat memasarkan hasil produk kita (misal: kain batik, emping, keripik ketela, dsb) melalui Supermarket yang saat ini banyak ditemui dilingkungan kota kita atau sekitarnya. Sebetulnya tidaklah sulit kalau kita mengetahui.

Memasarkan Produk via Pasar Modern/Supermarket
Banyak kelebihan yang dapat kita dapatkan memasarkan produk melalui pasar modern, antara lain:

1.      Mendapatkan konsumen baru
2.      Salah satu cara untuk memperluas pasar
3.      Kita lebih ringan kerjanya dibandingkan harus memasarkan lewat dor to dor, salling, dsb
Namun untuk dapat memasukkan produk kita ke Supermarket tentunya ada beberapa persyaratan/ tips yang dapat kita jalankan sehingga kita bisa ikut meramaikan pemasaran via supermarket. Adapun beberpa tips yang dapat kami informasikan adalah sebagai berikut:



Mengemas produk dengan kuat
Mengingat pasar modern/supermarket biasanya dikunjungi oleh konsumen begitu banyak maka kita harus mengemas produk dengan kuat/tidak mudah sobek/kusam karena dipegang/dilihat oleh banyak orang/konsumen,sehingga produk tidak mudah rusak. Biasanya agar tidak mudah rusak menggunakan kemasan/bungkus Plastik yang tebal, atau dilapisi dengan bungkus dos karton.

Mencantumkan kode produksi,tgl pemakaian,komposisi isi, volume
Setiap Supermarket pasti tidak akan mau menerima barang yang tidak dilengkapi dengan kode produksi ,tanggal pemakaian, komposisi isi dan volume, karena jika menjual barang tanpa keterangan seperti tersebut diatas akan beresiko melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen
Mempunyai spesifikasi produk
Jika produk kita berbeda dengan lainnya atau spesifik, tentunya akan mudah diingat oleh konsumen. Disini sebagai pelaku usaha kita diharuskan untuk kreatif agar dapat bersaing dengan produk lain yang sudah ada. Kecualai dari segi ekonomi jika kita mempunyai cirikhas sendiri akan mudah diingat, dalam pasar modern biasanya untuk produk yang sama/ sudah ada terjual di supermarket tersebut, maka produk yang belakangan masuk biasanya akan ditolak. Untuk itu agar produk yang kita tawarkan dapat diterima di supermarket maka kita harus bedak dengan produk yang sudah ada. Contoh yang paling simple biasanya kita membedakan rasa atau bentuknya dari yang sudah ada, misal memasukkan ceriping ketela biasanya yang ada dengan rasa gurih, maka kita bisa memberikan rasa lainnya seperti rasa daging panggang dsb.
Mampu mengirim produk secara kontinue
Supermarket akan melihat kemampuan suplier(istilah lain dari pemasok barang) dapat kontinue untuk mengirim barang atau tidak. Karena mereka tidak akan mau kehilangan konsumennya gara-gara barang yang dijual habis ditengah jalan.
Menemui orang yang tepat
Kebanyakan orang tidak tahu harus bertemu dengan siapa untuk memasok barang ke supermarket , hal inilah yang menyebabkan banyak orang berpendapat sulit memasukkan barang ke supermarket. Disinilah kuncinya agar kita bisa diterima harus menemui orang yang tepat yaitu Bagian Pembelian Supermarket. Bagian Pembelian ini mempunyai nama yang berbeda untuk perusahaan yang berlainan. Nama lain bagian pembelian yaitu ada yang menyebut Bagian Merchandising atau Buyer.
Demikian tulisan ini kami buat, semoga dapat memberikan tambahan informasi bagi yang membutuhkan.
Salam sukses,
Edi Juliono - http://edi49.blogspot.com/

continue reading

Cara Membuat Telur Asin Aneka Rasa

Telur asin bisa dengan mudah kita temui di warung sekitar kita. Bagi sebagian orang, telur asin bisa dijadikan lauk utama maupun lauk tambahan untuk mendampingi rawon, indomie rebus, pecel, dll. Harga telur asin yang terjangkau membuat telur asin diminati banyak orang. Yang sedang menjadi trend saat ini adalah telur asin dengan aneka rasa seperti rasa bawang, rasa udang, rasa coklat, dll.

Metode pembuatan telur asin aneka rasa juga ada beberapa jenis. Mulai dari menyuntikkan pasta kedalam telur, membungkus telur dengan pasta aneka rasa supaya rasanya meresap ke dalam telur, dll. Disini akan dijelaskan cara membuat telur asin aneka rasa dengan menggunakan metode membungkus permukaan kulit telur dengan menggunakan pasta.

Bahan Dasar Untuk Membuat Telur Asin:
  • Telur bebek 10 butir
  • Air secukupnya
  • Garam krosak 300 gr
  • Bubuk bata / abu gosok yg biasanya untuk mencuci piring : 1,5 kg
  • Tupperware / wadah kedap udara
  • Pasta aneka rasa sesuai selera
Cara membuat telur asin aneka rasa:
  1. Cuci bersih telur bebek dengan cara menyikat perlahan permukaan telur dgn amplas kertas/ sabut kelapa untuk menghilangkan kotoran di kulit telur dan membuka pori-pori telur agar dpt menyerap air garam dan pasta.
  2. Campur bubuk bata/abu gosok, air, garam, dan pasta rasa sesuai selera
  3. Rendam Telur bebek ke dalam campuran diatas dan simpan telur ke dalam tupperware/wadah kedap udara.
  4. Diamkan +/- 3minggu
  5. Setelah 3 minggu telur siap dipanen.
  6. Cuci bersih telur sebelum direbus untuk dikonsumsi.
Aneka rasa yang bisa dicampurkan kedalam telur asin antara lain:
  • Bawang putih ---> tumbuh halus beberapa siung bawang putih
  • Sambal pedas ----> bisa menggunakan sambal pedas botolan atau sambal pedas buatan sendiri
  • Bubuk coklat ---> gunakan bubuk coklat asli dan mempunyai warna coklat yang pekat supaya aroma dan warna telur asin lebih menarik
  • Aneka pasta ---> yang biasa dipakai untuk membuat cake, seperti pasta strawberry, jeruk, pandan dan lain-lain
  • Mentega/ margarin ---> gunakan mentega / margarin yang masih baru untuk menghindari aroma tengik.
  • Udang ---> gunakan udang ukuran kecil, sangrai dan haluskan.
Ingin telur asin hasil nuatan kita lebih gurih dan berminyak? ikuti tips berikut ini :
  1. Gunakan telur bebek yang masih baru atau maksimal sudah disimpan dalam 2 hari
  2. Saat merebus telur asin, tambahkan santan kental. Patokannya, 1 butir kelapa ditambah 2 liter air bisa menghasilkan santan yang bisa dipakai untuk merebus 30 butir telur.
  3. Tiriskan telur setelah direbus untuk menjaga bagian dalam telur tetap kering dan empuk.

continue reading

Selasa, 15 Mei 2012

Tips Memilih Telur Bebek Untuk Ditetaskan

Pilihlah telur bebek yang agak bulat. Terawanglah, biasanya di dalam telur terdapat tanda bulat. Pilihkah telur bebek yang bercangkang agak tebal. Cara mengetahui ada tidaknya tanda bulat (embrio) di dalam telur dengan beberapa cara:
- Memakai kotak yang dilubangi,sebesar telor,di bawahnya diberi
lampu/cahaya.
- Tidak terlihat bintik-bintik pada cangkang(mulus).
- Kuning telor tidak pecah.
- Usahakan telur baru dan bebek cukup umur.

selama waktu penetasan telur bebek selama 28 hari. Ada beberapa cara menetaskan telur diantaranya:
- Telur di taruh di dalam box yang bermuatan mencapai 40 telur.Kapasitaskandang 2x4m untuk 40 ekor.
- Di bawah box diberi lubang serta masing-masing telur diberi tanda agar lebih jelas membedakan kapan waktu telur akan menetas.
- Dalam satu harinya telur-telur mengalami 2 kali perubahan posisi.
- Diberi pengatur suhu(lampu)setiap5 telur 1 lampu masang-masing 5 watt, dan di bawahnya diberi air.
- Setelah menetas itik-itik (bebek kecil) dimasukan ke dalam ingubator selama 2 hari.
3. Cara memilih bibit (itik) unggul:
- Pilihlah moncong itik yang cenderung cekung. – Kaki hitam – - leher panjang – - Cenderung berisik – Sayap berhimpitan – - pinggul sempit – Bulu halus dan lembut
4. Pemberian makan
- Pur secukupnya
- Di beri vaksin selama berada di inkubator
nah kalo anda anda sekalian tips ada trik jitu lainnya dalam beternak bebek silahkan dibagi disini agar menjadi pelajaran dan informasi untuk peternak  bebek yang lain.
sumber: infoternak.com

continue reading

Tips Memilih Telur

Sudah tidak diragukan lagi bahwa telur memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kualitas telur sangat penting untuk diketahui sebelum telur diolah menjadi telur asin, telur pindang ataupun menjadi makanan siap saji lainnya. Bahkan yang paling penting adalah kita mengetahui kualitas telur sebelum kita membelinya.

Telur segar mempunyai kekentalan yang baik, sehingga kuning telur terletak di tengah. Makin lama larutan didalamnya makin encer sehingga kuning telur bergeser ke tepi. Selain itu, kantung udara yang berada di bagian ujung dngan diameternya sekitar 1,5 cm makin lama juga akan membesar. Berdasarkan sifat itu, saat memilih telur segar kita bisa menggunakan cara:
  1. Letakkan telur di depan cahaya dan diteropong isinya sambil diputar-putar,
    - bila kuning telur bergeser, telur sudah kurang segar.
    - bila kuning telur sudah pecah dan bercampur berarti telur sudah rusak.
  2. Telur direndam dalam air tawar atau larutan garam 10% ( 1 sendok teh garam dalam 2 gelas air),
    - bila telur tenggelam, menandakan masih segar
    - bila sedikit terapung, berarti kantong udara di ujung telur membesar dan menandakan telur sudah lama
    - bila telur melayang dalam larutan, berarti telur sudah rusak
  3. Pengamatan kulit luar:
    - telur yang masih segar berwarna kulit cerah
    - telur yang sudah lama biasanya mempunyai warna kulit kusam/keruh, juga mulai timbul bintik-bintik hitam yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur.

continue reading

Selasa, 01 Mei 2012

Daftar Harga

Telur asin yang di produksi Putra Tani merupakan telur asin rebus dengan kualitas tinggi berharga ekonomis.

-         - Telur Asin Rebus (satuan)
Rp. 2.500 / butir (minimal pesan 50 butir)

-         - Telur Asin Kemasan (6 butir / kemasan) 
Rp. 15.000,-  (minimal pesan 5 bks) 

-         - Telur Asin Kemasan (4 butir / kemasan)
Rp. 10.000,-  (minimal pesan 5 bks)

continue reading

Minggu, 29 April 2012

Membuat Telur Asin

A. Pemilihan Telur.

Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan sekaligus pemilihan (sortasi). Namun, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa telur-telur yang akan diperiksa tersebut merupakan telur yang belum pernah dierami sama sekali, sehingga kemungkinan adanya janin didalamnya dapat dihindari. Disamping itu, harus dihindari juga penggunaan telur yang telah mengalami keretakan atau pecah kulit, karena selama dalam perendaman putih telurnya akan menerobos keluar dan membuat larutan perendamannya berbau busuk.

Pemeriksaan dilakukan dengan memasukan telur-telur tersebut kedalam suatu wadah atau bak plastik yang telah diisi dengan air, kemudian mengamati posisi telur-telur tersebut didalam air. Telur yang melayang. harus segera dipisahkan, sedangkan telur yang tengelam atau yang setengah melayang dibiarkan terendam beberapa saat sehingga kotorannya mudah dibersihkan. Telur-telur yang baik tersebut, kemudian dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air hingga benar-benar bersih, serta ditiriskan.

Pemeriksaan telur bisa juga dilakukan seperti langkah-langkah berikut :
1. Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya. kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian kelompok yang sangat kotor.
2. Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau ampelas nomor 0. Telur yang g kotor dan sangat kotor ditempatkan diwadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air detergen hangat selama 2 menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.
3. Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.

B. Membuat Adonan dan Larutan

Sebelum memulai proses pembuatan telur asin, kita buat adonan garam atau larutan garam terlebih dulu untuk bahan pemeraman atau perendaman telur. Kalau kita baru pertama kali membuat telur asin, maka kita harus lebih memperhatikan takaran media atau garam yang akan kita larutkan, agar rasa asin pada telur tidak kurang atau berlebihan. Karena proses pembuatan telur asin ini bisa dilakukan dengan beberapa macam cara. maka kita akan bahas satu persatu cara membuat adonan atau larutan ini.

1. Membuat Larutan Garam.

Proses pembutan larutan garam jebuh ini berfungsi sebagai larutan perendam telur. Proses ini harus didahulukan karena membutuhkan waktu lama untuk mendinginkannya kembali.

Adapun proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air hingga suhu tertentu (tidak perlu sampai mendidih) yang sekiranya cukup dapat membantu proses pelarutan garam dan saltpeter. Kemudian masukkan garam dan saltpeter, dan aduk hingga larut seleuruhnya. Selanjutnya angkat larutan garam jenuh tersebut dari perapian, dan diamkan beberapa saat hingga menjadi dingin kembali.

2. Membuat Adonan Garam.

Karena media adonan yang akan dibuat ada 3 jenis, maka kita tentukan takarannya untuk masing-masing media.

a. Adonan 1 dengan media tanah liat.
Takarannya untuk telur ayam atau itik 30 butir, tanah liat 20 genggam, sekam padi 0,5 kg, gara 1 kg, air bersih secukupnya.

b. Adonan 2 dengan media abu gosok atau abu dapur.
Untuk telur ayam atau itik sejunlah 30 butir, takarannya abu gosok 60 genggam, garam 1 kg, air bersih secukupnya.

c. Adonan 3 dengan media serbuk bata merah.
Dengan telur ayam atau itik yang berjumlah 30 butir, kita gunakan serbuk bata merah sebanyak 60 genggam, garam 1 kg, salpeter atau sendawa 50 gram, air bersih secukupnya dan sabun cuci secukupnya.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut.
1/ Salah satu bahan adonan (tanah liat, abu, atau serbuk batu merah), dicampur dengan garam dan salpeter sesuai takaran yang telah ditentukan.
2/ Aduk adonan tersebut hingga tercampur merata.
3/. Kemudian tambahkan air sedikit demi seedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat pada kulit telur.

Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat.

Dengan cara pemeraman ini, sebagian sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena itu, bila adonan pembalut akan dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak 5%-10% dari total berat garam semua.

Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur.

C. Proses Membuat Telur Asin.

Untuk membuat telur asin, kita harus tahu cara-caranya secara rinci. Setidaknya secara garis besar kita mengetahui urutan pembuatan telur asin ini.

Adapun beberapa cara membuat telur asin yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang adalah sebagai berikut.

a. Perendaman dengan larutan garam.
Perendaman telur dilakukan selama 7-10 hari dalam larutan garam yang sudah didinginkan, agar menghasilkan telur asin yang rasa asinnya cukup enak untuk dinikmati. Sebelum telur-telur dimasukkan kedalam wadah perendaman, terlebih dahulu letakkan wadah tersebut ditempat yang aman dan rata, untuk menghindari retak atau pecahnya telur pada saat proses perendaman.

b. Pemeraman dengan adonan garam.
Caranya adalah dengan membungkus telur menggunakan adonan garam. Usahakan agar tiap sisi memiliki tingkat ketebalan yang sama, agar rasa asin yang meresap kedalam telur merata. Kemudian taruh dalam wadah dan peramkan selama 7-10 hari. Setelah pemeraman dianggap cukup maka adonan pembungkus harus segera dilepas dari telur tersebut, sehingga rasa asin pada telur tidak berlebihan. Meresapnya larutan garam kedalam telur memperngaruhi kualitas produk telur asin tersebut.

c. Perendaman dengan adonan garam.
Cara perendaman dengan adonan ini lebih mudah dibadningkan dengan cara pemeraman. Kita tinggal menyediakan wadah, lalu tuangkan sedikit adonan kedalam wadah tersebut sebagai lapisan bawah dan ratakan. Kemudian letakkan telur-telur yang sudah bersih diatas lapisan adonan, dengan memberikan jarak antara telur. Setelah itu timbunlah telur-telur tersebut dengan adonan yang masih tersisa sampai rata menutupi semua telur. Biarkan telur terendam adonan garam selama 7-10 hari. Dalam perendaman ini adonan yang dibuat haruslah lebih banyak daripada untuk pemeraman, karena telur harus tertutup rapat dengan adonan.

Pemanenan

Setelah dirasa [erendaman atau pemeraman cukup waktunya (+/- 7-10 hari ). segera bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan. Simpan telur yang baik ditempat yang dingin atau bisa langsung direbus. Jika telur hendak dipasarkan, biasanya sisa-sisa adonan yang menempel tidak di bersihkan semua untuk membedakan dengan telur tawar yang masih mentah.

Perebusan

Bila telur asin hendak dipasarkan dalam keadaan matang, maka perebusan dapat langsung dilakukan. Cuci dahulu telur asin yang hendak direbus hingga bersih. Untuk mncegah retak atau pecahnya telur dalam proses perebusan ini, sebaiknya dilakukan cara perebusan seperti berikut ini.
a. Masukkan telur dalam panci perebus yang telah diisi dengan air secukupnya.
b. Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebus menjadi panas namun tidak mendidih (+/- 30 menit).
c. Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.

Hal ini dilakukan agar putih telur menjadi matang atau mengental terlebih dahulu sebelum mematangkan semua isi telurnya. Sehingga benturan-benturan yang terjadi selama perebusan, tidak akan menyebabkan retak atau pecahnya telur-telur asin tersebut.

Untuk telur asin matang dari hasil perendaman dengan larutan garam jenuh, biasanya memiliki putih telur yang berlubang-lubang (keropos)
Telur asin yang dihasilkan baik dari cara perendaman dengan larutan jenuh, melalui pemeraman, atau perendaman dengan adonan media garam, memiliki hasil yang berbeda-beda baik rasa maupun warnanya. Demikian juga dengan jenis telur dan juga tebal atau tipisnya kulit telur yang mempengaruhi daya serap telur terhadap laritan garam sehingga memberikan hasil yang berbeda pula.

TIPS Khusus Membuat Telur Asin.

Dalam telur asin terdapat kandungan gizi seperti protein, karbohidrat dan mineral beberapa kali lebih besar dibanding telur ituk tawar.

Ciri Telur Asin Rebus Yang Baik adalah :
Memiliki kuning telur berwarna kuning cerah dan berminyak. Dan posisi kuning telur berada ditengah-tengah, bukan dipinggir juga tidak banyak terdapat rongga. Simak baik-baik tips untuk proses membuat telur asin.

A. Direndam dalam larutan teh.
Setelah jadi telur asin mentah biasanya langsung dicuci dan direbus hingga matang. Namun ada juga sebagian orang yang merendam telur pada larutan teh terlebih dahulu sebelum telur asin mentah tersebut direbus. Bahkan kalau mungkin perendaman dilakukan selama 4-8 hari.

Biasanya telur asin yang sudah matang dapat bertahan selama 2-3 minggu. Namun jika hal ini dilakukan keawetan telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu.

Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Juga aroma telur asin yang dihasilkan akan lebih disukai konsumen.

B Telur Asin dengan Berbagai Aroma.
Dalam khalayak umum sudah pernah ada yang bereksperimen membuat telur asin dengan membubuhi berbagai macam aroma dan rasa, seperti telur asin rasa jahe, cabe, juga jeruk.

Penelitian yang dilakukan adalah memberikan campuran ekstrak jahe, cabe, atau jeruk kedalam larutan garam jenuh untuk merendam telur itik.

Cara membuat ekstrak jahe tersebut adalah dengan mengupas bersih jahe, kemudian diblender dengan air secukupnya, lalu disaring dan jadikan ekstrak jahe. Hal yang sama dapat dilakukan untuk membuat ekstrak rasa lainnya.

Kemudian ekstrak inilah yang akan dicampurkan kedalam larutan garam jenuh yang sudah dingin, lalu diaduk rata. Kemudian rendam telur itik kedalam larutan tersebut selama 7-10 hari. Langkah selanjutnya sama seperti pada pembuatan telur asin biasa.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampuran ekstrak rasa kedalam larutan garam jenuh untuk merendam telur hanya akan mempengaruhi rasa asin dari telur tersebut, namun tidak mempengaruhi warna baik putih maupun kuning telurnya.

Jadi bila kita menambahkan ekstrak jahe maka rasa asin telur akan bercampur dengan rasa jahe begitu pula untuk ekstrak rasa yang lain. Sehingga kita bisa membuat sendiri telur asin rasa jahe, telur asin rasa pedas, dan telur asin rasa jeruk.

Nah silakan mencoba dengan tip-tips kami ini

continue reading